5 Aplikasi Web3 Terpopuler 2023

Semakin populernya Web3 telah mendorong peningkatan permintaan terhadap aplikasi Web3. Konsep Web3 dianggap sebagai masa depan internet dan sebagai alternatif bagi Web 2.0 yang dominan saat ini.

Web3 menawarkan pengelolaan data yang terdesentralisasi tanpa keberadaan pengawas. Ini dianggap lebih aman dan memberikan pengguna kepemilikan penuh atas aset mereka.

Dalam mendukung perkembangan ekosistem Web3, muncul berbagai aplikasi yang berbasis blockchain. Meskipun fungsinya tidak jauh berbeda dengan aplikasi konvensional yang telah kita kenal, teknologi yang digunakan didasarkan pada blockchain.

Berikut ini Jaka akan mengungkapkan beberapa aplikasi paling populer dalam ekosistem Web3 pada tahun 2023. Di antaranya adalah dompet kripto, dunia virtual, dan bahkan aplikasi media sosial mirip Instagram!

5 Aplikasi Web3 Terpopuler 2023

1. MetaMask

MetaMask adalah sebuah dompet (wallet) kripto yang berfungsi sebagai ekstensi browser atau aplikasi mandiri yang memungkinkan pengguna untuk mengelola kunci pribadi, menyimpan, dan mengirimkan token kripto. MetaMask memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan aplikasi desentralisasi yang berbasis blockchain seperti aplikasi keuangan, bursa dekentralisasi, dan game blockchain.

MetaMask secara khusus dirancang untuk berintegrasi dengan jaringan Ethereum, tetapi juga mendukung beberapa jaringan blockchain lainnya. Dengan menggunakan MetaMask, pengguna dapat membuat dan mengelola beberapa akun Ethereum, mengimpor akun yang ada, dan mengendalikan akses ke aplikasi desentralisasi.

Selain itu, MetaMask juga berfungsi sebagai jembatan antara browser pengguna dan jaringan blockchain. Hal ini memungkinkan pengguna untuk melakukan transaksi dengan mudah tanpa perlu menangani kompleksitas teknis dari pengelolaan kunci pribadi dan kontrak pintar.

MetaMask telah menjadi salah satu alat yang populer bagi pengguna untuk memasuki ekosistem blockchain dan berpartisipasi dalam aplikasi desentralisasi.

2. Brave

Brave adalah sebuah peramban web (web browser) yang cepat, aman, dan juga menghormati privasi pengguna. Ini adalah salah satu alternatif dari peramban web populer seperti Chrome, Firefox, dan Safari. Brave dikembangkan oleh Brave Software, yang didirikan oleh Brendan Eich, salah satu pendiri proyek Mozilla dan penulis JavaScript.

Salah satu fitur utama dari Brave adalah fokusnya pada privasi pengguna. Brave secara otomatis mencegah pelacak (trackers) yang umumnya digunakan oleh situs web untuk mengumpulkan data pengguna dan memberikan iklan yang ditargetkan. Dengan demikian, Brave membantu melindungi privasi dan mengurangi kemungkinan pelacakan online.

Selain itu, Brave juga memiliki fitur seperti blok iklan bawaan untuk menghilangkan iklan yang mengganggu dan memperlambat waktu pemuatan halaman, serta fitur lain seperti Tabs and Shields yang membantu melindungi pengguna dari situs-situs berbahaya atau mencurigakan.

Brave juga memiliki model ekonomi yang berbeda dari peramban web tradisional. Mereka menggantikan iklan yang mengganggu dengan iklan opsional yang lebih sesuai dengan preferensi pengguna. Pengguna dapat memilih untuk melihat iklan-iklan ini dan dalam pertukaran mereka diberi imbalan dengan token kripto bernama Basic Attention Token (BAT).

Dengan demikian, Brave adalah peramban web yang fokus pada privasi, kecepatan, dan pengalaman pengguna yang lebih aman dan terkendali.

3. Decentraland

Decentraland adalah sebuah platform virtual berbasis blockchain yang memungkinkan pengguna untuk mengakses dan berinteraksi dengan dunia virtual yang sepenuhnya terdesentralisasi. Platform ini menggunakan teknologi blockchain Ethereum untuk menciptakan lingkungan virtual yang dapat dijelajahi, dikembangkan, dan diperdagangkan oleh pengguna.

Di dalam Decentraland, pengguna dapat membuat, memiliki, dan mengelola tanah virtual yang disebut "parcel". Setiap parcel mewakili unit lahan virtual yang dapat disesuaikan dan diisi dengan berbagai jenis konten, termasuk bangunan, karya seni, permainan, dan lainnya. Para pengguna dapat membangun dan mendesain dunia mereka sendiri, menjual atau menyewakan tanah mereka kepada pengguna lain, serta berinteraksi dengan pengguna lain melalui avatar mereka.

Decentraland menggunakan token kripto bernama MANA sebagai mata uang dalam platformnya. Token MANA digunakan untuk membeli tanah, aset digital, layanan, dan barang-barang virtual lainnya di dalam Decentraland. Selain itu, platform ini juga memungkinkan pengguna untuk menghasilkan pendapatan dengan menjual konten kreatif, menyelenggarakan acara, atau berpartisipasi dalam ekonomi virtual yang ada di dalamnya.

Decentraland merupakan salah satu contoh proyek metaverse yang sedang berkembang pesat, di mana pengguna dapat menciptakan, berinteraksi, dan menghasilkan pendapatan dalam dunia virtual yang luas dan terdesentralisasi.

4. Instagram


Yap, kamu membaca dengan benar. Instagram, media sosial populer, dikabarkan akan menjadi salah satu aplikasi Web3 di Android dan memiliki rencana untuk memasuki ekosistem Web3.

Berdasarkan laporan dari Coindesk.com, rencana ini telah muncul sejak Mei 2022. Informasi terbaru menyatakan bahwa aplikasi ini akan memungkinkan para kreator untuk membuat atau mencetak (mint) NFT dan menjualnya.

Akan disediakan sebuah toolkit end-to-end yang akan membantu para kreator di masa depan. Fitur ini direncanakan akan diluncurkan di atas blockchain Polygon dan akan diuji coba dengan berbagai kelompok kreator di Amerika.

5. DTube


DTube adalah platform berbagi video berbasis blockchain yang dibangun di atas teknologi blockchain Steem. DTube merupakan singkatan dari "Decentralized Tube" yang menekankan pada aspek desentralisasi dalam penyediaan konten video. DTube memiliki beberapa perbedaan utama dibandingkan dengan platform berbagi video konvensional seperti YouTube.

Salah satu perbedaan utama adalah DTube tidak mengandalkan server pusat untuk menyimpan video dan data pengguna. Sebaliknya, video dan metadata yang diunggah oleh pengguna disimpan secara terdesentralisasi di blockchain Steem dan dijaga oleh jaringan komputer yang terhubung dengan blockchain tersebut. Ini memungkinkan DTube untuk menjadi platform yang tidak dapat dikendalikan oleh satu entitas tunggal atau pemerintah.

Selain itu, DTube juga menerapkan model penghargaan yang berbeda. Pengguna yang mengunggah video dapat memperoleh imbalan dalam bentuk cryptocurrency Steem atau SBD (Steem Backed Dollars) melalui proses voting oleh komunitas. Imbalan ini didasarkan pada popularitas dan kualitas konten yang diunggah. Para pengguna juga dapat memberikan dukungan kepada konten yang mereka sukai dengan memberikan suara atau komentar.

DTube memberikan kebebasan kepada para pengguna untuk mengunggah konten apapun selama tidak melanggar pedoman komunitas. Platform ini telah menarik perhatian banyak orang yang mencari alternatif yang lebih terdesentralisasi dan transparan dibandingkan dengan platform berbagi video konvensional.